Salakan,Bangkepkab.go.id- Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banggai Kepulauan laksanakan kegiatan Pembinaan Teknis Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman antara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan Badan Narkotika Nasional tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika  dan Prekursor Narkotika (P4GN).

Kegiatan ini di buka langsung oleh kepala Badan Narkotika Nasional Bapak Wiranto, ST dan dihadiri oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah Kamis (27/9/2018) di Aula pertemuan salah satu Penginapan di desa Baka Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan.

Pada sambutannya, Winarto membacakan Surat Edaran Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPANRB RI)  tentang  Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika  dan Prekursor Narkotika   Nomor 50 Tahun 2017, dilingkungan instansi pemerintah terkait sosialisasi bahaya narkoba dan penyebaran informasi kepada seluruh Aparatur Negara/Pegawai, melaksanakan tes urin dan membentuk Satuan Tugas/Relawan di masing-masing instansi pemerintah daerah.

“Winarto, berharap agar seluruh pimpinan instansi meneruskan kepada seluruh jajaran di bawahnya sampai dengan unit organisasi terkecil untuk melaksanakan dan mematuhi ketentuan dalam surat edaran ini secara konsisten dan sunguh-sunguh, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala dan melaporkan hasilnya kepada Badan Narkotika Nasional  dan Kementerian PANRB.

Diakhir sambutannya, Winarto mengatakan pemberantasan narkoba bukan hanya tugas dari BNN dan Kepolisian, oleh karena itu “saya berharap ada kerjasama antara BNN dengan Instansi Pemerintah  Kabupaten Banggai Kepulauan  untuk bersinergi bersama memberantas narkoba.

Sementara itu dr. Andi Fatriani Patsyar,M.Kes  pada materinya mengatakan bahwa Narkotika  merupakan  zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang sintesis maupun semi sintesis yang dapat mengakibatkan penurunan dan perubahan kesadaran yang dapat mengakibatkan ketergantungan. Narkotika merupakan bahan \-bahan yang digunakan untuk pengobatan namun pemakaiannya harus sesuai dengan kebutuhan dan dosis yang tepat, apabila digunakan bukan tujuan untuk pengobatan dan dosis yang yang sesuai secara terus menerus dapat menyebabkan ketergantungan. Oleh karena itu narkoba merupakan sejenis obat yang salah digunakan baik secara peruntukannya maupun cara penggunaannya.

Kepala Seksi Rehabilitasi Asriansyah, S.Farm.,Apt  pada materinya mengatakan rehabilitasi merupakan serangkaian upaya pemulihan ketergantungan narkotika, terhadap pecandu dan atau korban penyalahgunaan, yang mencakup rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial dan pascarehabilitasi yang dilakukan secara kontinu dalam satu satuan layanan yang terintegrasi  (Rehabilitasi berkelanjutan).

Kegiatan ini bertujuan untuk terbangunnya komunikasi jejaring kerja dan kepedulian stakeholder dean masyarakat untuk melakukan pemecahan masalah narkoba secara mandiri  melalui SDM yang dilatih dan dibinah, meningkatnya pengetahuan atau wawasan kemampuan dan kemauan atau kesadaran tentang pentingnya pemberdayaan  anti nnarkoba di lingkungan masing-masing, meningkatnya perhatian pimpinan lembaga untuk memberikan kesempatan kepada penggiat anti narkoba yang telah dibina  untuk melakukan pemberdayaan anti narkoba secara mandiri dan berkelanjutan di lembaga dan lingkungan masyarakat.kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat

Peran BNN yakni Pencegahan,Dayamas melalui pembangunan Kawasan Anti Narkoba, Pemberantasan dan Rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan  narkotika demi terwujudnya program pemerintah untuk selamatkan bangsa dari ancaman narkoba.cici

 

 

 

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).