NEWS TICKER

Ekspor Perdana Talas Jepang Fitur

Diterbitkan di Berita Internal
Ditulis oleh  24 September 2014

Salakan, Usaha keras Bupati Banggai Kepulauan, Bapak Drs. Lania Laosa, dalam mencanangkan produksi pertanian Talas Jepang di Kabupaten Banggai Kepulauan berbuah manis. Terbukti dengan sukses terlaksananya ekspor perdana talas Jepang hasil produksi dari Banggai Kepulauan ke negara Jepang sebanyak  kurang lebih 8 ton. Benar-benar merupakan langkah awal yang sangat mengembirakan.

Panen tersebut, hasilnya cukup menggembirakan. Dari harapan semula, satu pohon talas jepang bisa menghasilkan variatif 5-20 biji, ternyata satu pohon yang ditanam di Mansamat bisa menghasilkan sampai 100 biji. “Saya berharap tadinya 1-20 kg, ternyata rata-rata satu pohon sampai 5-6 kg. luar biasa sukses, panen perdana sukses sekali,” ujar Lania berkali-kali.

Bupati menyarankan kepada masyarakat agar lebih fokus ke pembibitan saja. Karena dari hasil pembibitan tersebut, masyarakat bisa mengambil untung melimpah. “ Kalau saya sampaikan ke masyarakat usahakan tanam lagi. Kita ga usah berbicara jual banyak (jual bibit per kg, red). Kita jual bibit saja hari ini sudah untung, karena banyak daerah yang minta beli bibit,” ujar Beliau.

Dalam pertimbangan Beliau, pemerintah saat membeli bibit talas jepang dengan harga Rp2ribu per bibit tiba di Bangkep.  1 bibit atau 1 tunas menghasilkan pohon yang berkualitas dengan hasil umbi sampai 100 biji. Jika 1 biji tersebut ditunaskan minimal ada 20 tunas. 10 tunas saja berarti ada sekitar 1.000 bibit yang bisa dihasilkan. Mereka ambil harga Rp2.500 1 tunas, artinya 1 pohon bisa mencapai Rp250ribu jadinya. Tinggal dikalikan berapa tunas yang ada.

Beliau mengatakan, Talas jepang saat ini ditanam di lahan 1 ha mencapai 20.ribu pohon dengan jarak tanam setengah meter. “Sangat menjanjikan sekali menanam talas jepang, dengan panen perdana membuktikan talas jepang cocok di tanah kita,” Menurut Beliau, Talas Jepang atau dikenal dengan talas satoimo digemari masyarakat Jepang, karena itu harga talas jepang makin hari makin tinggi. Tingginya permintaan dari Jepang membuka peluang budidaya talas jepang semakin lebar. Tanaman sejenis umbi-umbian yang kerap disebut talas jepang ini merupakan alternatif makanan pokok masyarakat di Negeri Sakura. “Jadi talas jepang ini merupakan bahan pokok makanan jepang, kelebihannya punya anti oksidan tinggi. Jepang dari dulu tidak mau konsumsi oba-obat kimia, obat mereka mereka sudah titip dalam makanan. Selain itu, talas jepang dipakai sebagai bahan baku pembuatan sake. Sake punya kelebihan ketimbang alkohol lainnya. “Sake bisa jadi obat orang yang tekanan darah tiggi, pengentalan darah minum sake normal lagi. Penyakit gula minum sake malah sembuh, asam urat hilang dengan minum sake. Saya pernah beli satu botol dan saya berikan ke teman saya, hilang asam uratnya.

Bahkan, saat ini talas Jepang lebih populer sebagai salah satu bahan ramuan ke kosmetik. “Lebih populer lagi ke pembuatan bahan baku kolagen. Sabun-sabun kecantikan sudah pakai talas jepang, makanya harga talas jepang makin mahal. Sekarang daerah yang lagi cari bibit, bnahkan pusat sendiri cari bibit. Saya sendiri sudah ditanya ada bibit, mereka siap beli,” papar Beliau

Turut hadir dalam acara ini, Direktur PT. Satoimo Sulawesi Sukses (selaku  investor & eksporter), Bapak Arifuddin; Kapolsek Banggai Kepulauan, Perwira Penghubung, Kepala Dinas?Badan yang terkait dan Masyarakat.