NEWS TICKER

Tugas dan Fungsi

Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan di Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan.

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Kepala Dinas mempunyai fungsi :

  • Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang pendidikan, pemuda dan Olah Raga yang meliputi pendidikan anak usia dini, non formal dan informal, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pemuda dan olah raga, pendidik dan tenaga kependidikan serta kesekretariatan
  • Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelaksanaan pelayanan umum di bidang pendidikan, pemuda dan Olah Raga, yang meliputi pendidikan anak usia dini, non formal dan informal, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pemuda dan olah raga, pendidik dan tenaga kependidikan serta kesekretariatan
  • Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan, pemuda dan Olah Raga yang meliputi pendidikan anak usia dini, non formal dan informal, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pemuda dan olah raga, pendidik dan tenaga kependidikan serta kesekretariatan
  • Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis dalam lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Uraian  tugas sebagaimana tersebut di atas, sebagai berikut :

  • Merumuskan program kegiatan Dinas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sumber data yang tersedia sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan
  • Menjabarkan perintah atasan melalui pengkajian permasalahan dan peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya dan memberi petunjuk/arahan secara lisan maupun tertulis guna kelancaran pelaksanaan tugas
  • Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan informasi, masukan, serta untuk mengevaluasi permasalahan agar diperoleh hasil kerja yang optimal
  • Merumuskan kebijakan Bupati di bidang Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga berdasarkan wewenang yang diberikan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • Mengkoordinasikan, memfasilitasi, membina, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Pendidikan , Pemuda dan Olah Raga sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • Menetapkan rencana daya tampung pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah berdasarkan proyeksi data per sekolahan
  • Menetapkan rencana kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan pada pendidikan anak usia dini, non formal dan informal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah
  • Membina dan mengevaluasi Rencana Anggaran Sekolah
  • Mengkoordinasikan pelaksanaan penerimaan peserta didik, kurikulum, Ujian Akhir Sekolah (UAS), Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), Ujian Nasional (UN), kegiatan pembinaan pemuda dan olah raga  sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Merumuskan kebijakan teknis peningkatan sekolah
  • Merumuskan kebijakan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan
  • Memberikan rekomendasi izin pendirian, penggabungan, alih fungsi dan pencabutan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah dan satuan/penyelenggara pendidikan non formal
  • Mengajukan usulan pengangkatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas
  • Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas bawahan secara berkala melalui sistem penilaian yang tersedia sebagai cerminan penampilan kerja
  • Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai dasar pengambilan kebijakan
  • Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan baik lisan maupun tertulis sebagai bahan masukan guna kelancaran pelaksanaan tugas  dan Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

Peran Dinas Pemuda dan Olah Raga dalam meningkatkan kualitas SDM

Seluruh anak usia sekolah menyelesaikan pendidikan minimal SLTA/sederajat dan menguasai ketrampilan teknologi informasi, bahasa Inggris, agribisnis dan religius dengan indikator :

  • Angka Putus Sekolah dari jumlah siswa yang bersekolah utk kelomok Usia 7-12 tahun
  • Persentase sarana dan prasaran Sekolah SD/MI sesuai dengan standar Teknis Nasional
  • Rasio Guru terhadap jumlah siswa SD
  • Rasio jumlah kelas terhadap jumlah Siswa SD
  • Persentase lulusan SD melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs).
  • Angka kelulusan (AL) SD/MI.
  • Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A
  • Angka Partisipasi Murni APM SD/MI/paket A
  • Angka Putus Sekolah dari jumlah siswa yang bersekolah utk kelomok Usia 13-15 tahun dari
  • Persentase sarana dan prasaran Sekolah SMP/MTs sesuai dengan standar Teknis Nasional
  • Rasio Guru terhadap jumlah siswa SMP
  • Rasio jumlah kelas terhadap jumlah Siswa SMP
  • Persentase lulusan SMP/MTsmelanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
  • Angka kelulusan (AL) SMP/MTs.
  • Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs, Paket B
  • Angka Partisipasi Murni APM SMP/MTs, Paket B
  • Angka Putus Sekolah dari jumlah siswa yang bersekolah utk kelomok Usia 16-18 tahun.
  • Persentase sarana dan prasaran Sekolah pendidikan menegah sesuai dengan standar Teknis Nasional
  • Rasio Guru terhadap jumlah siswa SMA
  • Rasio jumlah kelas terhadap jumlah Siswa SMA
  • Angka kelulusan (AL) SMA/MA/SMK.
  • Angka Partisipasi Kasar SMA/MA/SMK, Paket C
  • Angka Partisipasi Murni APM SMA/MA/SMK paket C
  • Persentase anak putus sekolah yang menyelesaikan paket A,B dan C.
  • Persentase/total pengeluaran pemerintah untuk pendidikan (PDRB)
  • Jumlah orang buta aksara dalam kelompok usia 15-44 tahun
  • Jumlah orang buta aksara dalam kelompok usia di atas 44
  • Persentase pendidik memiliki kualifikasi sesuai kompetensi yang di tetapkan secara nasional

Pemuda meraih prestasi regional, nasional dan internasional di bidang olahraga, seni-budaya, iptek dan imtaq dengan indikator :

  • Jumlah prestasi yang diraih di bidang olahraga dan iptek.
  • Jumlah event olahraga dan iptek yang berskala Daerah, regional, nasional dan internasional diselenggarakan.
  • Jumlah organisasi kepemudaan dan olahraga yang aktif.