GAMBARAN UMUM KONDISI WILAYAH


Kabupaten Banggai Kepulauan terbentuk dari hasil pemekaran wilayah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Morowali, Kabupaten Buol, dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3900) sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2000 (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 179, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3966).

Aspek Geografis Dan Demografi

Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Secara geografi Kabupaten Banggai Kepulauan mempunyai wilayah lautan yang lebih luas dari daratan. Secara keseluruhanluas wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan adalah 22.042,56km² (luas wilayah daratan 3.160,46 km2 dan luas wilayah lautan 18.828,10 km2).

Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai bagian yang terintegrasi dari wilayah Propinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu “Kabupaten Maritim“ yaitu terdiri dari 342 Pulau, dengan rincian 5 Pulau sedang, yang terdiri dari Pulau Peling (luas 2.340 km2), Pulau Banggai (268 km2), Pulau Bangkurung (145 km2), Pulau Salue Besar (84km2), Pulau Labobo (80km2) dan 337 pulau-pulau kecil.

Secara administratif, Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki 19 kecamatan yang terbagi menjadi 205 desa, dan 6 kelurahan, dimana rincian luasan setiap kecamatan tersaji pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1.
Pembagian Wilayah Administrasi
Kabupaten Banggai Kepulauan sampai pada Tahun 2010

KecamatanLuas Wilayah (km2)
Darat%Laut%
01. Labobo85,654,301.907,3395,70
02. Bokan Kepulauan229,084,075.394,5695,93
03. Bangkurung116,554,302.595,4495,70
04. Banggai86,9511,53667,3488,47
05. Banggai Utara58,0511,53445,5488,47
06. Banggai Tengah68,1911,53523,3688,47
07. Banggai Selatan81,2011,53623,2188,47
08. Totikum155,4512,551.082,8587,45
09. Totikum Selatan95,1912,55663,0987,45
10. Tinangkung312,6041,16446,9658,84
11. Tinangkung Selatan187,8942,79251,2357,21
12. Tinangkung Utara136,6541,16195,3858,84
13. Liang176,1925,76507,7874,24
14. Peling Tengah140,0025,76403,4974,24
15. Bulagi275,6647,59303,5852,41
16. Bulagi Selatan319,0047,58351,4552,42
17. Bulagi Utara318,0047,59350,2152,41
18. Buko184,8414,961.050,6085,04
19. Buko Selatan187,3214,961.064,7085,04
Banggai Kep.20103.214,4614,5818.828,1085,42

Sumber: Kabupaten Banggai Kepulauan Dalam Angka (2012)

Batas wilayah administrasi Kabupaten Banggai Kepulauan adalah sebagai berikut dengan peta wilayah sebagaimana tercantum pada Gambar 2.1.

[list icon=”enotype-icon-arrow-right6″ ]Sebelah Utara berbatasan dengan Teluk Tomini;,Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Tolo;,Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Maluku;,Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Peling.[/list]

Gambar 2.1.
Peta Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan
(Sumber : KLHS Kabupaten Bangkep, 2012)

Letak dan Kondisi Geografis

Kabupaten Banggai Kepulauan terletak di jazirah timur Sulawesi, tepatnya berada pada Bujur Timur : 122040’00” BT – 124013’30” BT dan Lintang Selatan : 1006’30’’ LS – 2020’00” LS.

Komposisi ketinggian daratan di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan dari permukaan laut adalah :

  • < 500 meter : sebesar 85,97%
  • 500 – 700 meter : sebesar 7,80%
  • > 700 meter : 6,23%

Secara rinci ketinggian wilayah daratan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan tercantum pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2.
Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut Menurut Kecamatan
di Kabupaten Banggai Kepulauan

KecamatanIbu Kota KecamatanTinggi DPL (m)
01. LaboboMansalean2
02. Bokan KepulauanBungin3
03. BangkurungLantibung1
04. BanggaiLompio5
05. Banggai UtaraLokotoy5
06. Banggai TengahAdean24
07. Banggai SelatanMatanga2
08. TotikumSambiut10
09. Totikum SelatanKalumbatan2
10. TinangkungSalakan3
11. Tinangkung SelatanMansamat A3
12. Tinangkung UtaraBatulombu1
13. LiangLiang2
14. Peling TengahPatukui2
15. BulagiBulagi Satu3
16. Bulagi SelatanLolantang5
17. Bulagi UtaraSambulangan5
18. BukoTataba2
19. Buko SelatanLumbi-Lumbia3

Sumber: Kabupaten Banggai Kepulauan Dalam Angka (2012)

Topografi, Geologi dan Hidrologi

Bentuk permukaan bumi ditunjukkan oleh morfologi atau topografi tertentu, dan dikontrol oleh struktur geologi dan genesis atau asal-usul proses pembentukannya. Ditinjau secara geomorfologi berdasarkan morfologi, struktur, dan proses pembentukannya, morfologi wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan dapat dibagi menjadi 4 satuan utama, yaitu: pegunungan/perbukitan struktural, pegunungan/perbukitan karst, perbukitan intrusif, dan dataran rendah.

  1. Pegunungan struktural terdapat di bagian barat PulauPeleng, memanjang dengan pola selatan – utara dengan ketinggian antara ±700 hingga 1.000 meter lebih di atas muka air laut, lereng curam hingga sangat curam dengan kemiringan ≥40%. Morfologi ini terdapat di sekitar perbatasan Kecamatan Buko, Buko Selatan, Bulagi Selatan, dan Bulagi.Perbukitan struktural terdapat hampir di seluruh pulau, dengan ketinggian mulai ±200 hingga ±700 meter di atas muka air laut, denganlereng relatif miring (15-30%) hingga berbukit curam (30-40%), yang terdapat di Pulau Peleng, Banggai, Labobo, dan Bangkurung. Puncak-puncak bukit terdapat di Bukit Monimit (490 meter) di Pulau Banggai, dan Bukit Basasal di Pulau Peleng bagian timur.
  2. Perbukitan dan pegunungan karst menempati sebagian besar Pulau Peleng, dan secara lokal-lokal pada pulau-pulau lainnya. Ciri khas morfologi ini adalah pola kerucut dan lembah karst, dolin,gua, ponor, dansungai bawah tanah. Puncaknya terdapat di Gunung Tinakong (558 meter) dan Bukit Blombong di Pulau Peleng.
  3. Perbukitan intrusif merupakan perbukitan yang terbentuk karena penerobosan batuan gunungapi granodiorit dan diorit, yang sebagian besar terdapat di Pulau Banggai, dan sebagian kecil di Pulau Labobo dan Bangkurung.
  4. Dataran rendah terbentang di sepanjang wilayah pesisir dan lembah-lembah antar perbukitan atau pegunungan, yang sebagain besar dijumpai di bagian utara Pulau Peleng, dan sebagian kecil di selatan Pulau Peleng dan selatan Pulau Banggai.

Kabupaten Banggai Kepulauan dapat diklasifikasikan ke dalam 6 (enam) satuan geoekosistem bentang lahan asal proses, yaitu: asal proses fluvial (aliran sungai), marin (gelombang), vulkanik (gunungapi), solusional (pelarutan, karst), struktural (tektonik), dan organik (aktivitas organisme).

Secara geologi regional, akibat sejarah geotektonik yang terjadi, maka batuan yang mengalasi wilayah kajian adalah batuan malihan, granit, dan batuan gunungapi. Batuan tertua berupa Kompleks Batuan Malihan (PZm) yang terdiri atas sekis, gneis, dan kuarsit. Kemudian menyusul Formasi Menanga (Cmm) yang terbentuk dari perselingan batugamping hablur, batupasir malihan, batusabak, dan filit, dengan penarikhan radiometri menyatakan berumur Karbon (tidak terdapat di Kabupaten Banggai).Stratigrafi batuan penyusun Kabupaten Banggai Kepulauan disajikan dalam Gambar 2.2.

Gambar 2.2.
Stratigrafi Geologi Kabupaten Banggai Kepulauan
(Sumber: Supandjono dan Haryono, 1993 dalam KLHS Kab. Bangkep, 2012)

Di Kabupaten Banggai Kepulauan terdapat 3 (tiga) klasifikasi tanah tingkat ordo berdasarkan Soil Taxonomy (PPT Bogor, 1998), yaitu: Entisols, Inceptisols, Ultisols, dan Mollisols, yang dapat dirinci seperti pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3.
Klasifikasi Tanah (Soil Taxonomy PPT, 1998)
di Kabupaten Banggai Kepulauan

OrdoGrupKarakteristikSatuan Ekoregion
Entisols AluvialFluvaquents
  • Stratigrafi lapisan dari bahan-bahan yang berbeda, warna coklat gelap kekelabuan (10YR 4/2), tekstur bervariasi bergantung endapan.
  • pH agak masam hingga netral, BO sedang hingga tinggi, P dan K total rendah hingga sangat tinggi, KTK rendah hingga tinggi, kejenuhan basa sangat tinggi.
Perbukitan atau Pegunungan (F1)
Endoaquents
  • Gleisasi sempurna dari bawah sampai atas.
  • Warna kelabu (5YR 5/1) dengan/tanpa karatan di lapisan atas, tekstur lempung hingga lempung berpasir.
  • Tanah agak alkalis pada daerah genangan, kadar P total sangat tinggi hingga sangat rendah, K total sangat tinggi, KTK dan kejenuhan basa tinggi hingga sangat tinggi.
Dataran Aluvial Rawa

Lembah antar (F2)

Psamma-quents
  • Warna kelabu agak gelap hingga gelap (5YR 3/1).
  • Struktur berbutir lepas, tekstur kasar (pasir berlempung hingga lebih kasar).
  • Tanah sangat asam, BO rendah hingga sedang, P total rendah hingga sangat rendah, K total sedang hingga rendah, KTK rendah hingga sangat rendah, kejenuhan basa sangat tinggi.
Dataran Aluvial Pesisir (Fm)
Quartzip-samments
  • Tekstur kasar (pasir dengan sedikit kandungan pasir kuarsa), warna coklat gelap (7,5YR 4/3), drainase cepat.
  • Tanah agak masam hingga netral, BO sgt rendah, P dan K total sangat rendah, KTK dan kejenuhan basa sangat rendah.
Wilayah Pesisir Bergisik (M)
Ultisols PodsolikKandiudults
  • Horison kandik dengan penurunan lempung <20% hingga kedalaman 150 cm, drainase baik.
  • Lapisan atas berwarna coklat gelap (10YR 4/3) sampai coklat gelap kekuningan (10YR 4/6), lapisan bawah coklat kekuningan (10YR 5/6) sampai merah kekuningan (5YR 5/6).
  • Tekstur halus hingga sedang, struktur kersai hingga gumpal agak membulat, konsistensi sangat gembur hingga gembur (lembab) agak lekat sampai lekat (basah).
  • Tanah masam, BO rendah, P dan K total sangat rendah hingga rendah, KTK dan kejenuhan basa rendah hingga sangat rendah, Al sangat tinggi.
Perbukitan Intrusif Vulkanik Tua (V)

Perbukitan Satruktural Patahan Batuan Gunungapi Tua (S1)

Inceptisols KambisolDystrudepts
  • Solum sedang hingga dalam, warna coklat (7,5YR 4/6) sampai coklat kekuningan (10YR 5/8).
  • Tekstur halus, struktur gumpal, konsistensi agak teguh hingga teguh, bahan induk batugamping, batulempung, dan batupasir.
  • Tanah masam hingga netral, BO umumnya rendah, K total sangat rendah hingga sedang, P total rendah hingga sangat rendah, KTK rendah, basa rendah, Al tinggi hingga sangat tinggi.
Perbukitan dan Pegunungan Struktural Patahan Batuan Malihan dan Batugamping Napal (S2) (dominan)

Perbukitan dan Pegunungan Karst Batugamping Terumbu (K)

Oxisols LatosolKandiudoxs
  • Horison kandik, drainase baik, warna homogen coklat hingga coklat kemerahan dan merah kotor (10YR 3/3-3/4 sampai 2,5YR 3/3-3/4) untuk lapisan, coklat kekuningan hingga coklat tua merah kekuningan (10YR 4/6-5/6 sampai 5YR 4/6-6/6) untuk lapisan bawah.
  • Tekstur lempung berdebu hingga lempung, struktur agak gumpal hingga kersai, konsistensi sangat gembur (lembab) dan lekat hingga plastis (basah).
  • Tanah netral hingga agak basa, BO rendah hingga sedang (atas) dan sangat rendah (bawah), P dan K total sangat rendah, KTK rendah, dan kejenuhan basa tinggi.
Perbukitan dan Pegunungan Karst Batugamping Terumbu (K) (dominan)

Perbukitan dan Pegunungan Struktural Patahan (S2)

Sumber: BP3, Departemen Pertanian RI (2006) dan Hasil Survei Lapangan (Mei-Juni, 2012) dalam KLHS Kab. Bangkep (2012)