Salakan, bangkepkab.go.id – Dalam rangka kegiatan Konsultasi Publik Pengelolaan Penataan Karst di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 Rabu 21 Maret di Ruang rapat Kantor Bupati Banngai Kepulauan (Bangkep), Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan  berdasarkan PP 28 tahun 2011 Ekosistem Karst merupakan ekosistem esensial yang perlu dilindungi dengan Fungsinya sebagai system penyangga kehidupan.  Saat ini terdapat kesan dari masyarakat bahwa kawasan karst merupakan daerah kritis, tandus, kering dan kehidupan masyarakat yang masih miskin. Namun dibalik itu, keunikan karst mengandung sumber daya alam hayati dan nir hayati yang potensial untuk mendukung kehidupan masyarakat.

Ekosistem Karst di Banggai Kepulauan, memiliki karakteristik, antara lain 124 mata air, 103 sungai permukaan, 7 Danau dan diantaranya 3 danau besar, mensuplai kebutuhan air bersih bagi 116.001 jiwa penduduk dan irigasasi lahan pertanian. Dan 15 gua yang telah diidentifikasi, 6 gua diantaranya merupakan habitat kelelawar yang berperan dalam penyerbukan dan pemecahan biji serta pengendalian hama tumbuhan, dengan dukungan jasa ekosistem karst tersebut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bangkep tahun 2016 di dominasi (50%) dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan yang mencapai Rp 1,1 triliun.

Disamping itu ekosistem karst di Bangkep menjadi potensi ekowisata, selain dari 124 mata air, 7 danau dan 15 gua, terdapat juga 6 air terjun menjadi lokasi ekowisata. Mata air yang jernih pada umumnya dijadikan sebagai wisata pemandian. Danau lain airnya yang jernih kondisi air yang menyusut saat musim hujan dan tinggi pada musim kemarau merupakan karakteristik yng unik.

Demikian juga, air terjun yang jernih dan indah merupakan objek wisata yang menarik, sedangkan wisata minat khusus, yakni menyusur gua-gua dengan lorong vertical maupun horizontal, danau dan sungai bawah tanah serta ornament gua yang indah. Selain karakteristik karst tersebut, pantai dan ekosistem mangrove yang indah menambah potensi ekowisata di Bangkep.

Dari potensi ekosistem karst tersebut, maka diusulkan arah pemanfaatan  dan pengembangannya berupa ekowisata  Agro Karst, yakni pengembangan ekowisata dan agro yang berbasis ekosistem karst. Komoditi unggulan untuk pengembangan agro yang meliputi Hasil hutan bukan Kayu (HHBK) diantaranya rotan, aren, matoa dan buah-buahan lokal. Tanaman pangan diantaranya padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Tanaman perkebunan diantaranya durian, duku, pala kemiri.

Untuk pelaksanaan ekowisata agro karst, dilakukan penataan kelembagaan melalui pengelolaan berbasis desa, masing-masing mempunyai potensi ekowisata dan agro, sehingga ada keberagaman antraksi wisata dan komoditi  agro unggulan.

Di desa Balayon, Popidolon dan desa Lalandai merupakan desa yang telah mengembangkan “desa wisata”. Untuk pelaksanaan pengelolaan potensi tersebut di bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Beberapa desa telah memiliki BUMDes, sehingga dalam pengembangannya dilakukan dengan penambahan unit usaha sesuai potensi desa.  Unit usaha yang dapat  dikelola oleh  BUMDes, antara lain pengelolaan sumber air (Mata air), ekowisata dan pengelolaan agro yang melibatkan seluruh warga. Melalui pengelolaan BUMDes tersebut, seluruh masyarakat dapat terlibat dan sebagai alternative dalam pemanfaatan Dana Desa.

Potensi ekowisata dan agro di Bangkep berada di kawasan hutan (50%) dan areal penggunaan lain (50%), yang terdapat di 12 kecamatan, 141 desa dan 3 kelurahan, maka dalam pelaksanaannya di perlukan penataan kelembagaan untuk pengelolaan ekosistem karst di Bangkep. Kelembagaan pengelola dimaksud dapat berupa forum koordinasi yang melibatkan instansi vertikal dan instansi terkait  di Bangkep.

Melalui kegiatan tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkep mengucapkan selamat datang kepada Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kabupaten Banggai Kepulauan(Bangkep).

Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian oleh Pemerintah Pusat bagi Daerah khususnya di Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karts, dengan harapan semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dapat memberikan nilai positif bagi kelangsungan ekosistem, eduksi dan ekowisata Banggai Kepulauan.

Lewat kesempatan ini Plt. Sekertaris Daerah Bangkep Rusli Moidady berharap, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut demi kemajuan dan kelestarian alam di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Rusli juga menyampaikan bahwa sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, maka usai kegiatan ini, kami segera mengurus atau menyusun Raperda Pengelolaan Ekosistem Karst dan dengan harapan dapat segera ditetapkan menjadi peraturan Daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Sekda Kabupaten Bangkep, Drs. Roemantyo (Praktisi ekologi), Ir. Edy Nugroho Santoso (KLHK), Ir. Antung Deddy Radiansya, MP(Widyaiswara utama KLHK), Kepala seksi Taman kehati dan Karst, Dit, SPEE, Kepala Subdit Konservasi Lahan Basah dan Tanaman Kehati, Dit. BPEE. KLHK, Kepala Subdit Pemolaan dan Perpetaan KEE, Dit. SPEE KLHK, Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, Kedis Burung Indonesia, dan Organisasi Perangkat Daerah. Cici.

 

 

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).