Membangun Kearifan Alam dan Adat Budaya Lokal Bangkep

Diskominfo Salakan – Kembali pada komitmen awal Bupati untuk menjalin sinergi kepada setiap lapisan masyarakat kini memberikan bukti dengan membangun kearifan alam dan Adat Budaya Lokal Bangkep yang di wadahi dalam Lembaga Adat Togong Tanga.

Berita kali ini memberi judul Membangun Kearifan Alam dan Adat Budaya Lokal Bangkep, dengan informasi lengkpnya seperti berikut:

Dusun Kokolomboi, Desa Leme-Leme Darat, Kecamatan Buko,  Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melaksanakan  kegiatan ”Membangun Kearifan Alam dan Adat Budaya Lokal Kabupaten Bangkep, Selasa (29/8).

Kepala Dusun Kokolomboi Un Maddus mengungkapkan, kegiatan ini bertujun untuk membangun kearifan alam dan adat budaya lokal yang mulai dilupakan oleh masyarakat Kabupaten Banggai (Bangkep) karena maraknya budaya asing yang masuk di daerah Bangkep.

Dalam kegiatan ini, Lembaga Adat Togong Tanga Pulau Peling Suku Sea-Sea menampilkan beberapa Tarian Budaya yakni Tarian Toloni, Tarian Keluk, Tarian Osuleng Lalap dan Balatindak.

Selain itu dilakukan juga penanaman Pohon dalam rangka pelestarian hutan yang di namakan Taman Kehati (Taman Keragaman Hayati) oleh masyarakat di Dusun Kokolomboi.

Kegiatan ini dihadiri oleh  Peneliti Satwa dan Hutan Kabupaten Bangkep DR Mochamad Indrawan,  Pejabat Kementerian Desa PDTT RI,  H. Lukman LK Umafagur, S. Hut. M.Si, Camat Buko, Kepala Desa Luk Panenteng, Kepala Dusun Kokolomboi, dan Lembaga Adat Togong Tanga.

Dusun Kokolomboi merupakan salah satu dusun Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang mempunyai  eko wisata menarik, seperti kurang lebih 50 goa serta rumah keramat yang terdapat di tengah-tengah  hutan dan satwa  endemik seperti Burung Kuyak dan Tarsius yang tidak dimiliki oleh daerah lain yang sampai saat ini  masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Menurut Un Maddus, jarak Desa Tatendeng ke Dusun Kokolomboi berjarak kurang lebih 5,6 kilometer.

Sementara  H. Lukman LK Umafagur mengatakan, keberhasilan pembangunan suatu daerah  tidak lepas dari kearifan adat budayanya  yang kuat serta adanya satwa endemik yang dimiliki oleh daerah itu sendiri, sehingga bisa menimbulkan daya tarik bagi daerah lain dan orang asing untuk masuk di daerah tersebut.

“Adat budaya  serta  satwa  endemik  suatu daerah merupakan aset dari Daerah itu sendiri yang harus dipelihara dan dilestarikan,” tambahnya.

Sementara itu, Masyarakat Dusun Kokolomboi  khususnya Lembaga Adat Togong Tanga  Pulau Peling sangat mengharapkan kedatangan  Bapak Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) untuk  melihat langsung dan  mengetahui pra sejarah dari Dusun Kokolomboi  yang merupakan asal usul dari  Pulau Peling.( Mc Bangkep/Cici)

 

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).