Beberapa Agenda Dinas sosial Bangkep Usai Memisahkan Diri Dengan Dinas PMD

Salakan, Bangkepkab.go.id Pasca dilantik oleh Bupati Banggai Kepulauan H. Zainal Mus pada 27 November 2017 sebagai Plt Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Provinsi Sulawesi Tengah H. Lukman  LK. Umafagur , S. Hut, M.Si telah melakukan beberapa  agenda, dimana

Pada 12 hari pertama, Lukman mengelilingi 12 Kecamatan yang ada di Bangkep, dalam rangkah sosialisasi  Program Keluarga Harapan (PKH). Program PKH adalah program pemberian uang  tunai kepada rumah Tangga Sangat  Miskin (RTSM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetakan dengan melaksanakan kewajibannya, ungkapnya kepada media saat ditemui di kantor yang masih bergabung dengan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Senin 15 Januari 2018 Bangkep Jln. Bukit Trikora , Salakan.

Lanjut ungkapnya 12 hari ke-dua , Beliau kembali keliling membagikan penyaluran bantuan PKH, Penyampaian Buku Tabungan PKH, dan bantuan kepada Lansia dan Penyandang Cacat

Selanjutnya 12 hari ke-tiga kembali keliling di 12 Kecamatan dalam rangkah sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH), sosialisasi persiapan bantuan pangan non tunai dan bantuan sosial prasejahtera Kabupaten Banggai Kepulauan dan mendapatkan 9998 KK sesuai SK menteri Sosial No. 4 Tahun 2018.

Saat diwawancarai oleh media, Plt Kadis Sosial Banggai Kepulauan H. Lukman LK. Umafagur ,S Hut, M.Si, Beliau menyampaikan saya diperbantukan di Banggai Kepulauan, dipekerjakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi, atas permohonan siap menerima tanggal 24 Mei 2017 dari Bupati Banggai Kepulauan , Bulan agustus 2017 mulai bekerja dan ditugaskan di kantor Bappeda Banggai Kepulauan. katanya

Dan sebelumnya saya di Kemendes PDTT menjabat Kepala Sub Direktorat Sarana Prasarana Ekonomi Direktorat Peningkatan Infrastruktur Dirjen Pembangunan Daerah.

lanjut keterangannya, saat ini kami lagi pembenahan data, pendataan kepada semua desa utama data kemiskinan,pendataan menyangkut Keluarga Harapan. Karena berdasarkan data statistik Banggai Kepulauan dalam angka 2017 masih memiliki 18.700 jiwa orang miskin mengakhirinya.(Mad/Cici/Elsi

Dr. Mochamad Indrawan : Pariwisata Berkelanjutan Banggai Kepulauan

Sebaiknya tidak ada lagi yang menggunakan  sabun di pemandian alami seperti Paisu-Pok 

Salakan, Bangkepkab.go.id. Bangkep memiliki alam darat dan bawah laut yang mempesona menurut Ahli ekologi Dr. Mochamad Indrawan.

Indrawan yang saat ini menjadi relawan pendamping KAT di Kokolombui Desa Leme-leme Darat Kecamatan Buko berusaha menerjemahkan misi pariwisata Bangkep. Katanya, bila dikemas dan dipasarkan  dengan baik ke dunia internasional, maka pariwisata Bangkep akan sangat mahal. “Begitu banyak obyek  potensi alami yang akan mampu mewujudkan  edutainment sejati”, jelas ketua Asosiasi Ahli Biologi dan Konservasi Tropika se-Asia Pasifik periode 2009-2012.

Indrawan mencontohkan, di Spanyol, pemerintah akan berupaya agar wisatawan menghabiskan sebanyak mungkin melihatbahkan mempelajari  obyek satu per satu sehuingga tidak terasa mereka menghabiskan begitu banyak hari di Negara itu

Nah, di Bangkep potensi alam dan budaya dapat dikelola dengan pendekatan satu desa satu produk    Sebagai contoh, di Kokolomboi tamu atau wisatawan disambut tarian batong, dan salendeng.  Diteruskan melihat taman Kehati  yang dibangun oleh masyarakat adat Togong Tanga bersama kami membangunnya, dimana terdapat satwa endemic Gagak Banggai.  Selanjutnya, ke Batangono untuk snorkeling di Pulau Tikus, dilanjutkan mandi air tawar di Luk Panenteng, serta menyelam menyaksikan kedahsyatan air tawar membentuk danau di laut dengan bentang alam karst.

Berikut, perjalanan dapat dilanjutkan menyaksikan keajaiban burung Gosong Sula di Komba komba, di pandu mantan pemburu paling canggih di dunia bapak Boni dan ibu Elestina.  Dan ketika sampai di Salakan dapat mampir di Kawalu agar diantar masyarakat setempat melihat kuskus kerdil pulau Peling bergelantungan di pohon dengan amannya, banyak yang sangat luar biasa saya rasakan sendiri, ungkap Indrawan.

Yang penting, tambah Indrawan, pemerintah dan masyarakat setempat harus menyiapkan SDM.  Termasuk tidak menggunakan  bahan plastik, apalagi membuang bungkus plastik sembarangan.  Sedangkan di dunia ini sudah mulai dibangun gerakan “bye bye plastic”, jelas peneliti Research Center for Climate Change Universitas Indonesia  itu.

Namun, banyak ekosistem di Bangkep adalah rentan karena berukuran kecil sedangkan penggunanya relative banyak.  Sebaiknya tidak ada lagi yang menggunakan  sabun sama sekali di pemandian alami, seperti di objek wisata Paisu Pok,

agar pariwisata bangkep dapat berkelanjutan, pungkas peneliti ekologi yang telah berkiprah di Bangkep semenjak 1991, Rabu 3/1/2017 di ruangan Kadis kominfo Kab. Bangkep Kondrad D Galala, saat diskusi bersama jurnalis. (Cici/Elsi)

 

Adat Istiadat Desa Ambelang Bagi Pemimpin Baru

Ambelang,bangkepkap.go.id, –  Imam Mesjid Ar-Rahman Desa Ambelang Bapak Ansar Toloingat memimpin Do’a syukuran Pelaksanaan Kegiatan Adat usai zIarah kubur para leluhur orang tua di desa Ambelang Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah.

Do’a syukuran ini sebagai Budaya Desa Ambelang, yang sudah turun temurun dan Alhamdulillah tetap di pertahankan ungkap Kades Ambelang Suprin Bidala, S.Ip, Kades yang resmi telah menjadi pemimpin di desa Ambelang.

Lanjut ungkap Kades Ambelang,  Pembacaan Do’a ini adanya suatu peristiwa peristiwa penting di desa Ambelang, seperti saat ini telah dilaksanakan pemilihan kepala desa dan telah resmi terpilih sebagai pemimpin, sebagai Adat budaya diharuskan untuk ziarah ke makam leluhur /oarang tua yang ada di Desa Ambelang.

Acara Do’a dilaksanakan setelah ziarah kubur bagi pemimpin baru di desa ini, dan sudah sebagai Budaya Pembacaan do’a di mesjid dan usai sholat jumat, demikian ungkap Ketua Adat desa Ambelang Sudirman Kokobe,  di Mesjid Ar-Rahman Desa Ambelang, Jum’at 12/1-2018.

Pantaun www.bangkepkap.go.id dalam pembacaan Do’a yang di hadiri sekitar 40 Tokoh Masyarakat dan Pegawai Sarah Mesjid Ar-Rahman Desa Ambelang di suguhi dengan kue adat istiadat hidangan alakadarnya Kue Dadar, Keronjong, Kue Bolu,  Onde-Onde,  Bagea, kopi dan Teh yang talah disiapkan kaum Ibu di desa Ambelang.

Hidangan ini adalah hidangan khas kue adat istiadat dalam setiap pembacaan do’a, di Desa Ambelang dan sekitarnya ungkap Ibu Kades,  yang bernama Ny. Nurani Galus,  juga sebagai Ibu PKK Desa Ambelang kepada www.bangkepkap.go.id, *(Mad/Elsi Saputri)

Dinas Kominfo Bangkep Setiap Jum’at Lakukan Basalak

Salakan,bangkepkab.go.id – Kepala Dinas Kominfo Ir. Kondrad D. Galala, MM, Memimpin langsung kegiatan Basalak (dari bahasa Banggai) Menyapu, bersih-bersih di lingkungan Kantor Kominfo Bangkep Jln KRI, Imam Bonjol No.3 Salakan.  Setiap Jum’at sudah menjadi budaya/rutinitas semua pegawai yang ada di Lingkungan Dinas Kominfo untuk Basalak / kerja bakti bersama untuk membersihkan ruangan dan halaman Kantor Dinas Kominfo Bangkep. Melihat ruangan bersih dan halaman depan kantor yang asri menyejukkan suasana hati. sehingga selalu tercipta pikiran yang positif, ungkap Kadis Kominfo.

Bila tidak kerja bakti biasanya dilanjutkan dengan penyegaran seluruh organ tubuh melalui senam santai. Tujuannya agar otot – otot tubuh yang kaku selama seminggu bekerja agar tidak kaku/rileks. Suasana santai membuat pikiran tidak terlalu tegang, masalah – masalah yang dialami dengan sendirinya akan pudar apabila didiskusikan di luar birokrasi kantor, juga merupakan salah satu upaya dalam rangka memupuk rasa kebersamaan, kekompakan dan soliditas sesame Pegawai dan Staf Diskominfo.

Komitmen kami bahwa salah satu cara memupuk kebersamaan sesama Pegawai dan Staf Diskominfo  adalah salah satunya adalah senam dan Basalak atau kerja bakti bersama. Didalam jiwa yang sehat terdapat pikiran yang cerdas. Kerja bakti dan senam dilakukan selama 1 jam, mulai pukul : 08.00 – 09.00 Wita.

Dan hari ini Jum’at 12 Januari 2018 seuasai Basalak/kerja bakti langsung dilanjutkan dengan makan Tinutuan/Bubur Manado  di Warung Makan Desa Bongganan, dan seluruh Pegawai dan Staf Diskominfo dengan suasana Akrab dan kebersamaan menikmati acara makan bersama, Kata Basalak” merupakan salah satu kata yang pernah diucapkan oleh Ketua DPRD Banggai Kepulauan Moh.Risal Arwie.*(Mad/Cici)

 

Selayang Pandang Kota Salakan

bangkepkab.go.id

Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan

Salakan,bangkepkap.go.id, Salakan adalah Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Sulawesi Tengah, Kota Salakan terbagi atas 4 Desa yaitu, Desa Tungabe, Desa Baka, Desa Tompudau dan Desa Bonggana. Kota ini terletak di Kecamatan Tinangkung, berada di pinggir laut di mana sarana transportasi adalah Dermaga Salakan untuk menuju Luwuk Ibukota Kab. Banggai.

Untuk mencapai Kota Salakan ada beberapa alternatif  rute yang bisa dipilih,

  • rute : Jakarta-Makasar-Luwuk,
  • rute : Jakarta-Palu-Luwuk,
  • rute : Jakarta-Makassar-Kendari-Banggai-Bitung.

Rute Palu menuju ibukota Kabupaten Banggai Luwuk ditempuh melalui jalan darat (Bus/dengan kendaraan carteran). Memakan waktu kurang lebih 16 jam karena jarak Palu – Luwuk sekitar 350 Km. Dan selanjutnya dari Kota Luwuk, untuk mencapai Kota Salakan kita menggunakan transportasi kapal kayu, Kapal Cepat dan Kapal Feri yang secara reguler beroperasi tiap hari,

Kota Salakan dari Monumen Trikora Jayawijaya

Kota Salakan mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Di sinilah lokasi armada kapal perang Indonesia pada peristiwa Trikora bersembunyi. Baik kapal perang Angkatan Laut Indonesia, kapal niaga yang ikut membantu penyerangan, sampai kapal selam berkumpul di sini menunggu komando. Posisinya memang sangat strategis. Dekat dengan Papua dan terlindungi dengan baik oleh bentuk Pulau Peling yang seperti huruf U dan adanya Pulau Bangkalan di depannya.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, dibangunlah sebuah Monumen Trikora Jayawijaya  dikenal dengan Tugu Trikora di Salakan. Monumen Trikora Jayawijaya kokoh berdiri di puncak bukit Kota Salakan. Monumen setinggi 17 meter yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 12 Agustus 1995 ini dibangun persis menghadap Teluk Ambelang dan Pulau Bakalan. Di kaki bukit, terdapat prasasti berisi pernyataan terima kasih dari masyarakat Tinangkung kepada Presiden Soeharto. Selain itu, tertulis pula kapal-kapal TNI-AL dan pasukan dari berbagai kesatuan yang dilibatkan dalam operasi militer.

Parasti bertuliskan nama kapal-kapal TNI-AL dan pasukan dari berbagai kesatuan

Untuk mencapai monumen berbentuk segitiga ini, pengunjung harus menapaki 214 anak tangga. Di sekitar tugu terdapat halaman berteras sebagai tempat mengenang peristiwa pada masa lalu, yaitu sebuah simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya merebut Irian Barat (Papua) dari Belanda. Dari tugu ini kita dapat melihat seluruh ‘kota’ Salakan dan gugusan pulau di depannya. Indah sekali, walau pada awalnya akan cukup membuat ngos-ngosan untuk menuju ke lokasi tugu berada. Sayangnya, kondisinya tidak begitu terawat. Banyak rumput liar pada tangga, jalan masuk menuju tugu, dan di bawah tugu bersejarah itu sendiri.

Selain Monumen Trikora Jayawijaya, Juga dijumpai beberapa nama jalan dalam Kota Salakan dari nama kapal kapal yang pernah perlabuh di teluk Bongganan. Seperti KRI.Teluk Bayur, KRI Imam Bonjol, KRI Pulau Rusa dan lainnya. Dalam Teluk yang mempesona dipandang mata, yaitu Teluk Bongganan memisahkan Desa Baka dan Desa Bongganan.

Teluk Bongganan

Kades Bongganan Bapak Masno S Nyaman, kepada media menceritakan adanya Jln KRI Teluk Bayur di Desa Baka, sejarah mencatat saat pembebasan Irian Barat, ada banyak Kapal yang berlabuh di Teluk Bongganan termasuk Kapal KRI Teluk Bayur.

Historis sejarah nama Desa Bongganan di ambil Bone Boan = Tanah bau busuk,
dari Bahasa Banggai Konon dalam sejarah Tanah bau busuk/bau bangkai manusia korban perang dan berdasarkan cerita orang terdahulu, ada yang mengatakan Bongganan seorang Tokoh Pejuang saat itu ungkap kades mengakhirinya.(Mad/Elsi Saputri)

 

 

 

SLB Negeri Salakan Mendapat Kunjungan Pertama di Sul-Teng Dari Kasubdit Kemendiknas

Salakan, bangkepkab.go.id – Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Mudin Sahata SP.MP, juga sebgai Asisten II Kabupaten Banggai Kepulauan mendampingi Tim Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Ibu Sri Wahyu Ningsi Kasubdit Sarana dan Prasarana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Repuplik Indonesia dalam Peninjauan lokasi persiapan USB (Unit Sekolah Baru)  dan Asrama Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Salakan di Desa Kautu Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Sulwesi Tengah,  Kamis, 11 Januari 2018.

Kepala SLB Negeri Salakan Ibu Hartati S.Pdi (Bu Tati) mengutarakan siswa saat ini di SLB Negeri Salakan ada 43 orang, yang terdiri dari:

–  Tuna Daksa: 4 Orang

–  Tuna netra: 2 Orang

–  Grahita : 4 Orang

–  Tuna Runggu: 5 Orang

–  Broken Home: 28 Orang

SLB Negeri Salakan bediri Sejak 2012, kami mengharap dengan peninjauan ini bisa mendapatkan Unit Sekolah Baru (USB) dan Asrama, agar kedepan anak anak yang belum tertampung di beberapa Kecamatan bisa dengan segera diterima. Ungkap Bu Tati.

Juga harapan yang sama dari Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan Bapak Kapuan Pandjo, M.Pd Peninjauan ini agar lebih memahi keadaan dan kondisi ruang pembelajaran dan Asrama yang ada dan mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Mustar Labolo Wabup Banggai

Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Mudin Sahata SP.MP

Ahmad Budullah Jurnalis infodesa.id

Dalam peninjauan ini, nampak hadir Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, kehadiran beliau disamping sebagai Study Banding juga sekalian menghibur anak anak didik di SLB Salakan. Saya Tahun 1995 sebagai pekerja Sosial Masyarakat di Mamboro Kota Palu, anak-anak dengan kondisi disabilitas tentunya juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang serta tak boleh luput dari perhatian kita semua. Ungkapnya kepada media,

Lanjut ungkap Mustar Labolo, Saya teman Sekolah saat SPMA di Palu dengan Bapak Asisten II, Banyak kesan dan kenangan, Olehnya saya perlu menyampaikan kepada Ibu Pengasuh atau Ibu Kepala Sekolah SLB Negeri Salakan agar selalu mensosialisasikan kepada Ibu Hamil saat melahirkan agar menjaga pertumbuhan Bayi dengan selalu memberi ASIH, Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal memerlukan dukungan nutrisi dan stimulasi yang adekuat.  Air Susu Ibu dapat memenuhi semua kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, baik kebutuhan fisis-biomedis (asuh), kebutuhan kasih sayang/emosi (asih), maupun kebutuhan akan stimulasi (asah). Menyusui akan meningkatkan hubungan atau ikatan batin antara ibu dan anak.

Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Mudin Sahata SP.MP

Mustar Labolo Wabup Banggai dan

Ibu Sri Wahyu Ningsi (Bu Ning) Kementrian pendidikan dan Kebudayaan RI

Dalam sambutannya Ibu Sri Wahyu Ningsi (Bu Ning). Sebagai Kasubdit Sarana dan Prasarana Kementrian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Menyampaikan untuk membentuk karakter anak, setidaknya ada  tiga pilar pendidikan yang harus kita ketahui, yaitu Keluarga, masyarakat dan Sekolah, dari tiga tersebut yang harus diperkuat orang tua dan guru dalam mendidik anak.

Pertama, anak harus diberikan contoh keteladanan.

Kedua, orang tua dan guru harus mampu membangun semangat dan merangsang ide anak didik untuk berkarya.

Ketiga, orang tua dan guru harus siap menopang anak didik dan menuntun mereka ke jalan yang benar.

Pendidikan sekolah luar biasa tidak mengutamakan akademik, namun justru mengedepankan vocasional atau ketrampilan hidup. Sehingga ketika keluar dari sekolah luar biasa (SLB) mereka sudah dapat hidup mandiri. Mereka  anak hebat.. Mereka bisa punya cita cita. Mereka tidak perlu di kasihani Tapi Perlu diperhatikan, Agar mereka percaya diri. Mengakhirinya.

Sambutan terakhir dari Asisten II dan Juga Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bangkep, dimana saya terhitung hari kesembilan sebagai plt. Kadis Pendidikan dan saya sangat berterima kasih dengan kedatangan Ibu Ning ke Banggai Kepulauan, Saat ini ada 200 Anak Penyandang Disabilitas tercatat belum tertampung disini.

Dan saat ini dari 43 Anak Asuh di SLB ini, baru 20 Anak menjadi Tanggung Jawab Daerah dan 23 jadi tanggung jawab SLB, mengharapkan kepada Kepala Sekolah agar segala bentuk program dan rencana dapat dimasukan dalam RKP Desa di bicarakan dalam Musyawarah Desa,mengakhiri sambutannya.

Dalam kunjungan ke Banggai Kepulauan Ibu Sri Wahyu Ningsi (Bu Ning), di damping oleh Ibu DR. Minarni Nontji  Kepala Bidang PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) Dinas Pendidikan  Provinsi Sulawesi Tengah.*(Mad /Elsi Saputri).

 

 

 

Pentingnya Penerapan Teknologi informasi Desa

Salakan,bangkepkab.go.id – Kepala Dinas Kominfo Ir. Kondrad D. Galala, MM mengungkapkan Beberapa program Dinas Kominfo dalam Tahun Anggaran 2018 yang sudah dimasukkan, Adapun program yang dimaksud,

  1. Program pengembangan Komunikasi, informasi dan media masa,
  2. Program Pengkajian dan penelitian bidang Komunikasi dan Informasi,
  3. Program Fasilitasi peningkatan SDM bidang Komunikasi dan Informasi
  4. Program Kerjasama informasi dan media masa.

Lanjut ungkap Kondrad bahwa saat ini desa-desa bisa mempersiapkan suatu Konsep informasi Desa berbasis net, sistem informasi pembangunan di desa sangat diperlukan sehubungan adanya perkembangan kemajuan teknologi saat ini.

Informasi desa sangat dibutuhkan oleh semua pihak tak terkecuali masyarakat, utamanya program perencanaan pembangunan,  program jangka pendek, maupun jangka panjang, sesuai dengan yang sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulaun saat ini, atau sesuai Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati, ungkapnya.

Lanjut ungkap Kondrad di Banggai Kepulauan belum ada desa yang resmi terdaftar di menggunakan sistem informasi desa. Ada 2 (dua) Desa, sesuai informasi media yang kami baca baru akan menerapkan sistem informasi desa, yaitu Desa Tonuson Kec.Totikum Selatan dan Desa Ambelang Kec.Tinangkung yang saat ini lagi proses penginfutan data.

Ungkap Kandrad Kondisi saat ini mereka yang berkecimpung dalam pemerintahan desa masih mengandalkan informasi yang sifatnya sederhana, yaitu dari mulut ke mulut ataupun komunikasi selular ditambah dengan perencanaan yang seadanya untuk pembangunan wilayah tempat desanya tersebut. Karena belum sepenuhnya desa memahami akan apa itu informasi desa memanfaatkan internet atau website desa yang dimaksud.

Kepala Dinas Kominfo Ir. Kondrad D. Galala, MM dan Ahmad Budullah Jurnalis infodesa.id 

Lanjut ungkapnya, adanya Dana Desa sudah seharusnya tiap-tiap desa yang akan menerima bantuan dana dari pemerintah pusat tersebut harus lebih mengenal dan memahami secara lebih mendetail karakteristik wilayahnya masing-masing. Mulai dari unsur fisik, sosial, dan potensinya. Dengan begitu, wilayah desa dapat dibangun lebih bersifat komprehensif atau menyeluruh yang kaitannya dengan perencanaan pembangunan program desa dengan memanfaatkan dana desa. Nah, dengan mengetahui dan memahami informasi desa, tidak menutup kemungkinan pembangunan desa yang jauh lebih baik dari sebelumnya dapat berjalan dengan lancar.

 Jurnalis Cici Kominfo Bangkep

Apa yang dilakukan teman teman jurnalis baik dari infodesa.id dan media lain di Banggai Kepulauan, Tahun 2018 Kami telah memprogramkan  pengiriman ASN untuk pendidikan dan latihan di Balai Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Kominfo selain kerjasama informasi dan media masa, Insya Allah akan disetujui.

Jurnalis Elsi Saputri Dinas Kominfo Bangkep

Kami mengakui saat ini informasi di web pemda http://bangkepkab.go.id masih kurang sehingga dibuka ruang setiap jurnalis media utamanya OPD bisa mengirimkan informasi kegiatan-kegiatannya ke www.bangkepkab.go.id kekurangan dalam mempublikasikan kegiatan kegiatan kegiatan  OPD dan masyarakat yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan dapat teratasi, disamping keterbatasan tenaga jurnalis dan tenaga media senter. Demikian mengahkhirinya. *(Mad /Elsi Saputri)

 

Bupati Sidak Diskominfo Usai Libur Natal

Salakan, bangkepkab.go.id – Bupati Banggai Kepulauan H. Zainal Mus melakukan sidak di semua Bagian, Kantor, Dinas, Badan yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan termasuk salah satu di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu, 27/12/2017. Sidak setelah hari libur Natal yang dilakukan dengan tujuan agar pegawai ataupun staf tetap disiplin dan siap bekerja dalam hari kerja setelah libur.

Bupati memberikan tanggapan positif mengenai ruangan kantor Diskominfo, “ Ruangan kantornya harum” ungkap Bapak Zainal Mus saat masuk pintu kantor.  Mengetahui bahwa kantor yang ditempati masih berstatus menumpang, Bupati pada kesempatan ini langsung memerintahkan Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas PU agar berkoordinasi untuk merencanakan dan membangun Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika yang permanen.

Kepala Dinas Kominfo Ir. Kondrad D. Galala, MM menyatakan sangat apresiasi menyambut baik dan berterimakasih kepada Bapak Bupati yang telah melakukan kunjungan sidak (inspeksi mendadak-red) yang melihat secara langsung keadaan kantor bahkan beliau telah memerintahkan untuk perencanaan dan pembangunan kantor baru.

Kunjungan ini berdampak baik pada kesiapan pegawai untuk kembali bekerja melaksanakan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya setelah hari libur, kata Kepala Dinas.

Hadir pula saat sidak Sekretaris Dinas, Kepala-Kepala Bidang serta staf Dinas Kominfo. Bupati mengecek ruangan-ruangan yang ada di Kantor termasuk ruangan Kepala Dinas Kominfo sambil mengobrol dengan Kepala Dinas Kominfo dan juga akrab berbincang dengan staf yang ada.

Nampak turut serta mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perikanan, Staf Khusus Bidang Keamanan, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kepala Bagian Umum, Sat Pol PP serta pejabat dan staf lainnya.(Elsi Saputri)

Penghafal dan Pembaca Al-Qur’an Terbaik Pada MTQ Ke-XVI Tahun 2017 Banggai Kepulauan

Sambiut,infopublik – Ketua Dewan Hakim MTQ Ke-XVI Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2017, mengumumkan para Hafidz-Hafidzah (Penghafal Al-Qur’an ) dan Qori-Qoriah (Pembaca Al-Qur’an), terbaik yang digelar sejak tanggal 18 Desember 2017, hingga ditutup pada Sabtu (23/12) malam, oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan H. Rahis D. Adam.

Sebelum membaca sambutan Bupati H.Zainal Mus, Wakil Bupati H.Rahis Adam mennyampaikan permohonan maaf Bapak Bupati yang tidak sempat hadir bersama sama kita dalam penutupan MTQ malam ini, berhubung suatu lain hal, kegiatan lain yang tidak bisa di wakilkan, salam hormat pada seluruh Masyarakat Banggai Kepulauan yang turut hadir pada malam ini. Ajang pelaksanaan MTQ tidak dimaksudkan semata-mata mencapai kemenangan. Sasaran akhir adalah kemampuan memahami ajaran agama, untuk kemudian dihayati dan diamalkan, demikian pesan dalam sambutan Bupati H. Zainal Mus yang di bacakan Wakil Bupati Banggai Kepulauan H. Rahis D. Adam.

Pemerintah juga menyampaikan pesan kepada hadirin, seluruh masyarakat dan khususnya rombongan kafilah dari 12 Kecamatan yang mengikuti ajang MTQ Ke-XVI di Sambiut ini untuk selalu menjaga hubungan silaturahim antar sesama kita semua, menciptakan kedamaian di Banggai Kepulauan yang kita cintai sesuai tema “Dengan Semangat MTQ Banggai Kepulauan 2017 Kita Satukan Tekad Membangun Masyarakat Qur’an”.harapnya.

Melalui pelaksanaan MTQ Ke-XVI Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2017 ini, mari kita semua untuk dapat menunaikan segala amanah yang telah di percayakan Allah SWT, kepada kita semua. Selaku pemerintah, Bupati H. Zainal Mus juga memberikan apresiasi kepada para partisipan masyarakat yang memberi dukungan materiil berupa berbagai hadiah bagi para pemenang lomba Qori dan Qoriah,ajaknya.

Penyelenggaraan MTQ ini juga dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya dapat memantapkan komitmen untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai sumber penyemangat, penyaring dan landasan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Demikian harapan Bupati H.Zainal dalam sambutannya.ujarnya

Lanjut dalam sambutan Bupati yang dibacakan wakil Bupati, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan ditujukannya bagi para kafilah, para pengajar atau para ustadz yang telah mendidik Hifzil Qur’an atau penghafal dan pembaca Al-qur’an di Banggai Kepulauan, tutupnya.

Hafiz Faisal Kelahiran Kombotokan 24 Januari 1996 Penghafal Qur’an 30 Juz, dari Kafilah Kecamatan Totikum

Liputan media, Dewan Hakim MTQ Ke-XVI Tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2017, membacakan nama dan asal Kafilah peraih juara para Hafidz-Hafidzah (Penghafal Al-Qur’an ) dan Qori-Qoriah (Pembaca Al-Qur’an) dimana catatan media www.infodesa.id  Penghafal 1 Juz Golongan Anak-Anak di raih oleh Gadis Hafizah Cilik Ni’mah Sholeha Husen, Lahir di Dodung 3 Februari 2009 Putri dari Pasangan Bapak Husain dan Ibu Santi Nadiman, Hafizah cilik yang masih duduk di Kelas 3 MIN Banggai ini sudah dapat menghafal Al-quran Jus 30 mewakili Kafilah Kec. Tinangkung Utara.

Dan  Untuk cabang Hifzil Qur’an atau menghafal Qur’an 30 Juz, diraih oleh Hafiz Faisal Kelahiran Kombotokan 24 Januari 1996, Putra dari Pasangan Bapak Sardin dan Ibu Rusna, dari Kafilah Kecamatan Totikum, Untuk Hifzil Qur’an Penghafal Qur’an 20 Juz Putri diraih Hafizah Nur Afni, Kelahiran Lopitu 11 April 2001, Putri Pasangan Bapak Sairudin Sabbu, Ibu Nurbaya dari Kafilah Kecamatan Totikum.

Hafiz Supriandi Hifzil Penghafal Qur’an 20 Juz Kelahiran Kalumbatan 9 September 1999 Kecamatan Totikum Selatan.

Hifzil Qur’an atau Penghafal Qur’an 20 Juz Putra diraih Hafiz Supriandi, Lahir di Kalumbatan 9 September 1999 Putra dari pasangan Kardo Tali dan Ibu Serli, Kafilah asal Kecamatan Totikum Selatan. Untuk cabang Tilawatil Qur’an atau membaca Al-qur’an Golongan Dewasa putri diraih oleh Qoriah Fini Alvionita, Kafilah Kecamatan Buko.

Qoriah Fini Alvionita, membaca Al-qur’an Golongan Dewasa putri terbaik I, Kafilah Kecamatan Buko

Liputan infodesa.id saat laporan Panitia Pelaksana yang di bacakan oleh Camat Totikum, Jumlah Peserta sebanyak 692 orang, yang tediri dari 12 Kafilah dari 12 Kecamatan di Pemerintahan Banggai Kepulauan, dan untuk Kafilah peraih piala terbanyak, Juara umum I Kafilah Kecamatan Totikum Juara umum II Kafilah Kecamatan Buko Juara umum III Kafilah Kecamatan Totikum Selatan.

Liputan Ahmad Budullahwww.infodesa.id

Wabup dan Wawali Mesti Kawal Dana Operasional KPA

Palu, Infopublik – Pelibatan wakil bupati dan wakil walikota menjadi ketua pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS kabupaten/kota bertujuan agar APBD untuk anggaran operasional KPA di wilayahnya tetap terkawal.

Hal ini jadi penekanan Gubernur Longki Djanggola, saat memimpin rakor KPA provinsi dan kab/kota se-Sulawesi Tengah pada Senin (4/12) di Ruang Polibu Kantor Gubernur.

Rapat yang dipimpin dan dibuka gubernur itu turut dihadiri Wabup Banggai Mustar Labolo, Wabup Bangkep Rais Adam dan Wabup Tojo Unauna Admin As Lasimpala.

Hadir pula para sekretaris KPA dan kadis kesehatan se Sulteng, LSM dan mitra kerja terkait. Keseluruhan peserta mencapai 60 orang.

“Betapa strategisnya bapak (wabup/wawali) ditempatkan sebagai ketua supaya ada peran dan kontribusi pada kegiatan (penanggulangan AIDS) tersebut,” tegas Gubernur Longki.

Gubernur menuturkan sampai Agustus 2017, jumlah penderita HIV dan AIDS di Sulteng sudah mencapai masing-masing 990 dan 587 orang dengan kematian sebanyak 234 orang.

“Kasus HIV baru terungkap 27,16 persen dari estimasi tahun 2012 sejumlah 3555 kasus,” lanjut Gubernur Longki Djanggola mengungkap data KPA provinsi.

Untuk itu gubernur meminta sinergitas unsur KPA dalam menekan HIV AIDS guna menunjang pencapaian three zero tahun 2030, yaitu zero new infection (tidak ada infeksi baru), zero related death (tidak ada kematian karena AIDS) dan zero discrimination (tidak ada diskriminasi).

Agar tidak ada yang meninggal karena AIDS tambah gubernur, upaya yang mesti dibuat adalah menemukan (penderita) yang positif AIDS, obati mereka dan pertahankan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang diobati dengan pengawasan kontinu dari pendampingnya.

“Bersama kita bisa, bersatu kita kokoh, ayo perangi virusnya bukan orangnya,” tutup gubernur menyemangati peserta rakor. (Reporter MC Prov. Sulteng)